Untuk Info Training, in House Training, Konsultansi, Membangun Sistem (ISPO, ISO Series, OHSAS, SMK3), Kajian, Pendampingan serta Modul untuk Perbaikan dan Peningkatan Kinerja unit di Perusahaan silahkan kirim email alamat berikut: trainingperkebunan@gmail.com

Training and Consultancy


Training

1. Manajemen Produksi Tanaman Kelapa Sawit
2. Kultur Teknis Kelapa Sawit
3.Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit
4. Peningkatan Kompetensi Teknis dan Manajerial Asisten dan Mandor Tanaman
5.Penerapan dan Kriteria RSPO dan ISPO
6. Sertifikasi Asisten dan Mandor Tanaman
7. Minimalisasi Kehilangan Minyak dan Peningkatan Rendemen Pabrik Kelapa Sawit.
8. Manajemen Pemeliharaan Pabrik Kelapa Sawit Berdasarkan Pengendalian Biaya dan Kehandalan Mesin
9.Pengendalian dan Pemanfaatan Limbah Pabrik Kelapa Sawit
10.Manajemen dan Teknik Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Aset Pabrik
11.Pengoperasian dan Pemeliharaan Boiler dan Turbin di Pabrik Kelapa Sawit
12. Manajemen Energi di Pabrik Kelapa Sawit
13. Sertifikasi Asisten dan Mandor Pabrik Kelapa Sawit
14. International Financial Reporting Standards (IFRS) Perusahaan Perkebunan
15.Best Practices Internal Auditing Perusahaan Perkebunan
16.Peningkatan Kompetensi KTU dan ATU Perusahaan Perkebunan.
17.Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Consultancy
1. Technical Assistant for Improvement Palm Plantation and Palm Oil Mill
2. Integrated Solution to Improve Performance of Palm Plantation and Palm Oil Mill
3. Advanced Quality System for Palm Plantation
4. ISO series (9001,14000 etc)
5. OHSAS 18001 dan SMK3

Best Practices Meningkatkan Rendemen Minyak

>> Senin, 09 Maret 2015

Rendemen Minyak di Pabrik Kelapa Sawit merupakan salah satu indikator kinerja keberhasilan proses pengolahan. Pergeseran dinamika rendemen minyak selama 10 tahun terakhir juga sangat menarik. Di awalnya mencari rendemen minyak 20% saja susah. Kelang 3 tahun bergeser ke 23%. Hampir semua Manajer pabrik senang apabila telah mencapai rendemen minyak 23%. Kemudian tahun berikutnya rendemen minyak bergeser ke 24% menuju 25%. Terakhir, hasil pertemuan teknis kelapa sawit di Batam yang menghasilkan bahwa rendemen minyak bisa mencapai di atas 26%.

Pertanyaan mendasar, kenapa bisa berubah? Apakah tanamannya telah diganti dengan klon atau tanaman baru? Apakah mesin peralatan di pabrik telah diganti dengan teknologi baru? Ternyata tidak, tanaman tetap tanaman yang lama, pabrik tetap dengan teknologi yang ada. Yang berubah adalah cara pandang dan strategi pengolahan.

Cara pandang dan strategi pengolahan jika tidak didasari dengan knowledge Bisa bakblas. Rendemen minyak persentasinya tinggi tapi jumlah minyaknya sedikit. Ilmu akal2an pun sering digunakan, buah yang masuk ke pabrik di potong tonasenya tapi masuk dalam proses pengolahan. Lain lagi rendemen minyak yang siluman.

Untuk mendapatkan rendemen minyak yang tinggi serta jumlah minyak yang banyak perlu langkah praktis di antaranya :
1. Material balance harus di update berdasarkan kelas lahan/klon/tahun tanaman per setiap fraksi kematangan per hamparan.
2. Histori rendemen minyak 5 tahun terakhir.
3. Review standard panen dan kematangan buah
4.Konsistensi dan komitmen suplai buah ke pabrik
5. Pengawasan proses pengolahan terpadu dan perbaikan berkelanjutan.
6.Team work yang solid
7. Doa dan ikhtiar

Semoga bermanfaat.

Read more...

MINYAK SAWIT MENTAH/CPO: Harga Kembali Dibuka Melemah 0,53%

>> Rabu, 02 Juli 2014



Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada pembukaan perdagangan Rabu (2/7/2014) kembali bergerak melemah.
Perdagangan CPO untuk kontrak Juli 2014 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.430 ringgit Malaysia per ton.
Harga tersebut terkoreksi 0,21% dibandingkan dengan penutupan pada Selasa (1/7/2014) yang berakhir di angka 2.435 ringgit/ton dan terkoreksi 0,53%.

Pergerakan Harga CPO
WaktuRinggit Malaysia/TonPersentase Perubahan
2/7 (buka)2.430-0,21%
1/72.435-0,53%
30/62.448-0,81%
27/62.468-0,76%
26/62.487-0,4%
25/62.497+0,24%
24/62.491+0,08%
Sumber: Bloomberg, 2014
Sumber: Bisnis.com

Read more...

MINYAK MENTAH: Harga WTI Merosot ke US$105,34 per Barel

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 94 sen menjadi menetap di US$112,36 per barel di perdagangan London.
Bisnis.com, NEW YORK - Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena aksi ambil untung dan sedikit berkurangnya kekhawatiran tentang krisis Irak, sementara di AS sebuah badai memicu kekhawatiran tentang permintaan bensin lebih rendah.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot 3 sen menjadi berakhir pada US$105,34 per barel di New York Mercantile Exchange.
Pada dasarnya minyak mentah light sweet ditutup datar karena pedagang khawatir bahwa badai tropis di lepas pantai AS bisa menghambat orang-orang berkendara selama tiga hari liburan akhir pekan mendatang.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 94 sen menjadi menetap di US$112,36 per barel di perdagangan London.
Kontrak New York, yang telah memulai sesi perdagangan di wilayah positif, melemah sepanjang hari menjadi berakhir sedikit lebih rendah.
Bob Yawger dari Mizuho Securities mengatakan, pasar sedang memantau Badai Tropis Arthur, badai pertama dari musim badai Atlantik, saat bergerak di pantai Florida menjelang liburan Hari Kemerdekaan pada Jumat (4/5).
Yawger mengatakan ada spekulasi bahwa badai, yang diperkirakan menjadi lebih kuat, bisa bergerak di sepanjang Pantai Timur dan membatasi orang-orang berkendara selama akhir pekan, mengurangi permintaan bensin pada "liburan ekstravaganza" yang semula diperkirakan akan mendorong permintaan.
Pasar keuangan AS akan ditutup pada Jumat.
Pada pagi hari, harga minyak mendapat dorongan dari data manufaktur positif Tiongkok, yang menunjukkan aktivitas meningkat pada Juni dengan kecepatan tertinggi selama tahun ini. Pedagang juga terus mengawasi situasi keamanan di produsen minyak utama Irak.
Kelompok militan Sunni yang telah menguasai wilayah sangat luas di utara Irak pada Minggu mengumumkan kekhalifahan -- atau negara Islam -- di daerah-daerah yang di bawah kontrol mereka, ketika pertempuran terus berlanjut.
Para militan, yang memulai serangan pada bulan lalu, belum langsung mengancam wilayah penghasil minyak utama di bagian selatan Irak.
"Pasar terus menderita dari berlanjutnya aksi ambil untung dan sedikit perkembangan baru di bidang geopolitik, sementara pasokan global dan kapasitas produksi OPEC berada di bawah ancaman langsung untuk saat ini," kata analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.
Kekerasan di Irak memiliki pengaruh langsung pada harga minyak mentah karena negara itu pengekspor minyak terbesar kedua dalam 12 negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setelah Arab Saudi.
Irak memiliki lebih dari 11% sumber daya terbukti dunia dan menghasilkan 3,4 juta barel per hari.

Source : Antara
Editor : Fatkhul Maskur
Sumber : Bisnis.com

Read more...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Back to TOP