Langkah Praktis Peningkatan Kinerja Perkebunan Berkelanjutan

Training and Consultancy


Training

1. Manajemen Produksi Tanaman Kelapa Sawit
2. Kultur Teknis Kelapa Sawit
3.Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit
4. Peningkatan Kompetensi Teknis dan Manajerial Asisten dan Mandor Tanaman
5.Penerapan dan Kriteria RSPO dan ISPO
6. Sertifikasi Asisten dan Mandor Tanaman
7. Minimalisasi Kehilangan Minyak dan Peningkatan Rendemen Pabrik Kelapa Sawit.
8. Manajemen Pemeliharaan Pabrik Kelapa Sawit Berdasarkan Pengendalian Biaya dan Kehandalan Mesin
9.Pengendalian dan Pemanfaatan Limbah Pabrik Kelapa Sawit
10.Manajemen dan Teknik Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Aset Pabrik
11.Pengoperasian dan Pemeliharaan Boiler dan Turbin di Pabrik Kelapa Sawit
12. Manajemen Energi di Pabrik Kelapa Sawit
13. Sertifikasi Asisten dan Mandor Pabrik Kelapa Sawit
14. International Financial Reporting Standards (IFRS) Perusahaan Perkebunan
15.Best Practices Internal Auditing Perusahaan Perkebunan
16.Peningkatan Kompetensi KTU dan ATU Perusahaan Perkebunan.
17.Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Consultancy
1. Technical Assistant for Improvement Palm Plantation and Palm Oil Mill
2. Integrated Solution to Improve Performance of Palm Plantation and Palm Oil Mill
3. Advanced Quality System for Palm Plantation
4. ISO series (9001,14000 etc)
5. OHSAS 18001 dan SMK3

MINYAK SAWIT MENTAH/CPO: Harga Kembali Dibuka Melemah 0,53%

>> Rabu, 02 Juli 2014



Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia pada pembukaan perdagangan Rabu (2/7/2014) kembali bergerak melemah.
Perdagangan CPO untuk kontrak Juli 2014 di Bursa Malaysia, seperti tercatat di Bloomberg, pada pembukaan perdagangan hari ini berada pada level 2.430 ringgit Malaysia per ton.
Harga tersebut terkoreksi 0,21% dibandingkan dengan penutupan pada Selasa (1/7/2014) yang berakhir di angka 2.435 ringgit/ton dan terkoreksi 0,53%.

Pergerakan Harga CPO
WaktuRinggit Malaysia/TonPersentase Perubahan
2/7 (buka)2.430-0,21%
1/72.435-0,53%
30/62.448-0,81%
27/62.468-0,76%
26/62.487-0,4%
25/62.497+0,24%
24/62.491+0,08%
Sumber: Bloomberg, 2014
Sumber: Bisnis.com

Read more...

MINYAK MENTAH: Harga WTI Merosot ke US$105,34 per Barel


Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 94 sen menjadi menetap di US$112,36 per barel di perdagangan London. /Bisnis.com
Bisnis.com
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 94 sen menjadi menetap di US$112,36 per barel di perdagangan London.
Bisnis.com, NEW YORK - Harga minyak dunia turun pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena aksi ambil untung dan sedikit berkurangnya kekhawatiran tentang krisis Irak, sementara di AS sebuah badai memicu kekhawatiran tentang permintaan bensin lebih rendah.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot 3 sen menjadi berakhir pada US$105,34 per barel di New York Mercantile Exchange.
Pada dasarnya minyak mentah light sweet ditutup datar karena pedagang khawatir bahwa badai tropis di lepas pantai AS bisa menghambat orang-orang berkendara selama tiga hari liburan akhir pekan mendatang.
Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 94 sen menjadi menetap di US$112,36 per barel di perdagangan London.
Kontrak New York, yang telah memulai sesi perdagangan di wilayah positif, melemah sepanjang hari menjadi berakhir sedikit lebih rendah.
Bob Yawger dari Mizuho Securities mengatakan, pasar sedang memantau Badai Tropis Arthur, badai pertama dari musim badai Atlantik, saat bergerak di pantai Florida menjelang liburan Hari Kemerdekaan pada Jumat (4/5).
Yawger mengatakan ada spekulasi bahwa badai, yang diperkirakan menjadi lebih kuat, bisa bergerak di sepanjang Pantai Timur dan membatasi orang-orang berkendara selama akhir pekan, mengurangi permintaan bensin pada "liburan ekstravaganza" yang semula diperkirakan akan mendorong permintaan.
Pasar keuangan AS akan ditutup pada Jumat.
Pada pagi hari, harga minyak mendapat dorongan dari data manufaktur positif Tiongkok, yang menunjukkan aktivitas meningkat pada Juni dengan kecepatan tertinggi selama tahun ini. Pedagang juga terus mengawasi situasi keamanan di produsen minyak utama Irak.
Kelompok militan Sunni yang telah menguasai wilayah sangat luas di utara Irak pada Minggu mengumumkan kekhalifahan -- atau negara Islam -- di daerah-daerah yang di bawah kontrol mereka, ketika pertempuran terus berlanjut.
Para militan, yang memulai serangan pada bulan lalu, belum langsung mengancam wilayah penghasil minyak utama di bagian selatan Irak.
"Pasar terus menderita dari berlanjutnya aksi ambil untung dan sedikit perkembangan baru di bidang geopolitik, sementara pasokan global dan kapasitas produksi OPEC berada di bawah ancaman langsung untuk saat ini," kata analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.
Kekerasan di Irak memiliki pengaruh langsung pada harga minyak mentah karena negara itu pengekspor minyak terbesar kedua dalam 12 negara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) setelah Arab Saudi.
Irak memiliki lebih dari 11% sumber daya terbukti dunia dan menghasilkan 3,4 juta barel per hari.

Source : Antara
Editor : Fatkhul Maskur
Sumber : Bisnis.com

Read more...

RI PERTANYAKAN STANDAR GANDA UE SOAL MINYAK SAWIT



BRUSSEL (SIB) Indonesia,melalui wakilnya di Kedutaam RI di BRUSSEL mempertanyakan standar ganda pelaku usaha Eropa terkait minyak sawit. Pertanyaan itu diajukan dalam pertemuan Eropa tentang dampak minyak sawit terhadap kesehatan di BRUSSEL, Rabu (25/6). 
“Delhaize/super indo menjual produk-produk yang mengandung sawit di indonesia dengan kampanye bahwa minyak sawit sehat kaena mengandung betakaroten, vitamin A, dan Vitamen E. Namun di Belgia Delhaize/super indo menjual produk yang menggunakan label ‘no palm oil’ ,”ungkap siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia Untuk Belgia,Luksembung Dan Uni Eropa. Delhaize adalah perusahaan retail makanan asal eropa yang juga beroperasi di indonesia dengan nama super Indo. 
Lebih jauh di paparkan KBRI, di Uni Eropa, minyak sawit diserang kampanye hitam melalui berbagai isu, mulai dari kesehatan, lingkungan Deforestasi, dalam pelanggaran hak asasi manusia. Kampanye dilakukan atas dasar kepentingan industri pesaing minyak sawit yaitu minyak Rapeseed dan bunga matahari yang merupakan produksi andalan petani di UE yang menjadi pasar utama sawit. 
“ini merupakan proteksionisme hijau yang ingin melindungi petani dan industri dalam Negri UE,” kata KBRI BRUSSEL dalam siaran pers yang dikirim Riaz Saehu, konselor bidang informasi, sosisal, budaya, dan diplomasi, politik.  
Sampai saat ini, industri indonesia telah membayar pajak anti damping untuk ekspor sawit ke UE sebesar 183 juta EURO (sekitar Rp.3 Triliun) sebagai akibat dari permohonan Eropean Biodiesel Board (EBB), asosiasi industri eropa yang sangat berpengaruh.  
Permohonan EBB ini di dukung oleh friends of the eard ( FOE), sebuah LSM lingkungan yang menerima kontribusi dari UE sebesar 751 ribu Euro untuk tahun 2013. FOE juga memiliki wakilnya di indonesia. 
“ironisnya bahwa LSM indonesia bekerja sama LSM dan Industri di UE untuk kepentingan Proteksionisme, “ sesal KBRI Brussel tanpa menyebut lembaga swadaya  masyarakat yang dimaksud.  
Dalam simposium tersebut para pakar nutrisi dan kesehatan di Uni Eropa (UE) menyatakan minyak sawit baik untuk kesehatan manusia karena mengandung Betakaroten, Vitamin A, dan vitamin E. 
“pandangan bahwa konsumsi minyak sawit dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke adalah salah dan menyesatkan,” demikian kesimpulan simposium. 
Sejumlah pakar Eropa dan Hadir antara lain Albert dijkstra, spesialis dibidang pemprosesan minyak goreng; jean geraille spesialis dibidang bio kimia dan teknologi lemak; Guy- Andre Pelouze, spesialis bidang thoracic dan bedah kardiovaskular; Furio Brighenti, Guru besar ilmu makanan dari Universitas Parma, Italia;dan Aseem Malhotra spesialis sibidang Interventional kadiologi dan Craydon Universitas Inggris. Simposium tersebut juga dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan minyak sawit di Eropa, termasuk pemerintahan, LSM dan industri makanan.  

SUMBER : SINAR INDONESIA BARU, SENIN 30 JUNI 2014 HALAMAN 12

Read more...

Back to TOP