Training and Consultancy
Training
1. Manajemen Produksi Tanaman Kelapa Sawit
2. Kultur Teknis Kelapa Sawit
3.Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit
4. Peningkatan Kompetensi Teknis dan Manajerial Asisten dan Mandor Tanaman
5.Penerapan dan Kriteria RSPO dan ISPO
6. Sertifikasi Asisten dan Mandor Tanaman
7. Minimalisasi Kehilangan Minyak dan Peningkatan Rendemen Pabrik Kelapa Sawit.
8. Manajemen Pemeliharaan Pabrik Kelapa Sawit Berdasarkan Pengendalian Biaya dan Kehandalan Mesin
9.Pengendalian dan Pemanfaatan Limbah Pabrik Kelapa Sawit
10.Manajemen dan Teknik Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Aset Pabrik
11.Pengoperasian dan Pemeliharaan Boiler dan Turbin di Pabrik Kelapa Sawit
12. Manajemen Energi di Pabrik Kelapa Sawit
13. Sertifikasi Asisten dan Mandor Pabrik Kelapa Sawit
14. International Financial Reporting Standards (IFRS) Perusahaan Perkebunan
15.Best Practices Internal Auditing Perusahaan Perkebunan
16.Peningkatan Kompetensi KTU dan ATU Perusahaan Perkebunan.
17.Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit
Consultancy
1. Technical Assistant for Improvement Palm Plantation and Palm Oil Mill
2. Integrated Solution to Improve Performance of Palm Plantation and Palm Oil Mill
3. Advanced Quality System for Palm Plantation
4. ISO series (9001,14000 etc)
5. OHSAS 18001 dan SMK3
GAPKI: 2030, Produksi CPO Ditargetkan 60 juta ton
>> Minggu, 28 Juli 2013
JAKARTA
(SI) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menargetkan
produksi CPO tumbuh 140% menjadi 60 juta ton pada 2030. Jumlah ini
meningkat signifikan dari produksi tahun kemarin yang sebesar 25 juta
ton.
Tungkot Sipayung, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi GAPKI,
mengatakan peningkatan produksi ini dapat tercapai asalkan rata-rata
produktivitas Tandan Buah Sawit (TBS) nasional sebesar 35 ton per
hektare dan rendemen minyak sawit 26 persen.
"Kemudian luas lahan
diperkirakan mencapai 15 juta hektare pada 2030," ujar. Tungkot dalam
seminar lokakarya "Solusi dan Alternatif Perkebunan Kelapa Sawit
Indonesia di Jakarta pada Selasa(2/7).
Sampai 2012, luas lahan sawit nasional sekitar 8,2 juta hektare.
Sedangkan, rata-rata produktivitas TBS nasional berjumlah 22 ton per
hektare dan rendemen 20 persen.Total produksi CPO nasional berjumlah 25
juta ton.
Menurut Tungkot Sipayung, pencanangan visi 35/26 yang digagas GAPKI
dan Apkasindo dalam acara 100 tahun industri kelapa sawit di Medan pada
2010. (Qayuum)
sumber: http://sawit-indonesia.com/gapki-2030-produksi-cpo-ditargetkan-60-juta-ton
DPR Rancang Aturan Pembatasan Kepemilikan HGU Perkebunan
Dari informasi yang diperoleh Majalah Sawit Indonesia, tujuan dari RUU ini HGU yang diberikan kepada pelaku usaha akan dibatasi terutama bagi sektor perkebunan, pertanian, budidaya perikanan, tambak, dan peternakan.
Nantinya, kepemilikan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan tidak boleh melewati angka 100 ribu hektare untuk skala nasional. Sedangkan di tingkat provinsi, perusahan hanya diizinkan mempunyai lahan perkebunan berstatus HGU seluas maksimal 10 ribu hektare, bagi lahan pertanian dan tambak dibatasi 50 hektare.
Keluarnya regulasi ini merujuk kepada amanat Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Nomor 9 Tahun 2001 mengenai Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. Pembahasan RUU pertanahan akan dilakukan oleh Komisi II yang membidangi masalah pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, aparatur negara, kepemiluan, pertanahan, agraria.
Joko Supriyono, Sekjen GAPKI, mengatakan aturan ini bertentangan dengan rencana pemerintah untuk mendorong sektor hilir kelapa sawit karena pembatasan lahan tidak memenuhi skala ekonomi. (Qayuum)
sumber: http://sawit-indonesia.com/dpr-rancang-aturan-pembatasan-kepemilikan-hgu-perkebunan