Untuk Info Training, in House Training, Konsultansi, Membangun Sistem (ISPO, ISO Series, OHSAS, SMK3), Kajian, Pendampingan serta Modul untuk Perbaikan dan Peningkatan Kinerja unit di Perusahaan silahkan kirim email alamat berikut: trainingperkebunan@gmail.com

Training and Consultancy


Training

1. Manajemen Produksi Tanaman Kelapa Sawit
2. Kultur Teknis Kelapa Sawit
3.Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa Sawit
4. Peningkatan Kompetensi Teknis dan Manajerial Asisten dan Mandor Tanaman
5.Penerapan dan Kriteria RSPO dan ISPO
6. Sertifikasi Asisten dan Mandor Tanaman
7. Minimalisasi Kehilangan Minyak dan Peningkatan Rendemen Pabrik Kelapa Sawit.
8. Manajemen Pemeliharaan Pabrik Kelapa Sawit Berdasarkan Pengendalian Biaya dan Kehandalan Mesin
9.Pengendalian dan Pemanfaatan Limbah Pabrik Kelapa Sawit
10.Manajemen dan Teknik Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Aset Pabrik
11.Pengoperasian dan Pemeliharaan Boiler dan Turbin di Pabrik Kelapa Sawit
12. Manajemen Energi di Pabrik Kelapa Sawit
13. Sertifikasi Asisten dan Mandor Pabrik Kelapa Sawit
14. International Financial Reporting Standards (IFRS) Perusahaan Perkebunan
15.Best Practices Internal Auditing Perusahaan Perkebunan
16.Peningkatan Kompetensi KTU dan ATU Perusahaan Perkebunan.
17.Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit

Consultancy
1. Technical Assistant for Improvement Palm Plantation and Palm Oil Mill
2. Integrated Solution to Improve Performance of Palm Plantation and Palm Oil Mill
3. Advanced Quality System for Palm Plantation
4. ISO series (9001,14000 etc)
5. OHSAS 18001 dan SMK3

Produksi Minyak /CPO Sebenarnya

>> Selasa, 16 Desember 2008

Kemarin sewaktu online di yahoo messenger, ada seorang kawan dari sebuah perusahaan perkebunan swasta menanyakan sama saya tentang kondisi rendemen minyak/ CPO di salah satu pabriknya yang sulit untuk dapat melewati 21 %, dan katanya telah terjadi miskomunikasi antara pabrik dengan kebun. Kebun meminta rendemen minyak yang tinggi tetapi pabrik mengatakan yang menghasilkan minyak / CPO yah kebun. Yang aneh nya lagi di unit tersebut punya persepsi yang berbeda tentang fraksi buah yang menghasilkan minyak.

Saya coba memberikan penjelasan kepada temen saya " Sebenarnya yang menghasilkan minyak/CPO adalah kebun tetapi pabrik harus mampu mengutip minyak seoptimal mungkin dengan cara mengurangi losis yang terdeteksi maupun losis liar. Pabrik dan Kebun harus memiliki standard fraksi panen yang jelas serta komitmen dalam menjalankannya". Saya katakan hal ini merupakan hal yang sangat sederhana, cuma untuk melaksanakan ini terkadang sulit disebabkan persepsi yang berbeda dari level pembantu operator ke manager pabrik maupun pembantu petugas lapang ke manager kebun. untuk itu harus ada namanya proses membangun persepsi.

Saya pernah membuat satu training untuk Improvement Pabrik Kelapa Sawit dalam waktu 3 hari, saya desain training sedemikian rupa dan kebetulan pada saat itu ada satu perusahaan yang mengalami masalah yang sama dengan diatas, saya berikan kepada mereka teknis praktis yang dapat menaikkan produksi mereka. Alhamdulillah setelah seminggu dari pelatihan kawan mantan peserta mengatakan bahwa di perusahaan mereka telah mengalami perubahan dan produksi CPO naik hingga 2 % dari kondisi semula.

Kata kunci yang harus di camkan " if excellence is possible, good is not enough (Anthony D. Martin) "

Read more...

FREE FATTY ACID ( FFA)

>> Jumat, 05 Desember 2008

The FFA content of the oil in the bunch before harvesting may be in the order of 0.1% whilst the FFA of the oil in the same bunch when it is received at the mill will never be less than 1%, normally in the order of 3%, and is frequently above 3% under bad conditions.

A low FFA content is the first characteristic to which edible oil refiners pay attention.
A premium of 1% of the sale price is paid for every one percent, should the FFA content be below 5% and the Refining loss will be 1.25% to 1.80% per 1% of FFA.

The rise in the FFA content from harvest to mill will make possible the harvesting of riper fruit with higher oil content and recovery of higher quality oil with a lower FFA.

The riper the fruit the more vulnerable it is to damage during transport and handling. Of all different stages of processing, the harvesting of the palm tree and the transport of fruit to the
edible oil refiner has the most effect on quality.

Read more...

Pengertian Dari Karakteristik Pada Mutu Minyak Sawit

>> Kamis, 13 November 2008

  • Asam Lemak Bebas (ALB), adalah asam yang di bebaskan pada hidrolisa dari lemak. Terdapat berbagai macam lemak, tetapi untuk perhitungan, kadar ALB minyak sawit dianggap sebagai Asam Palmitat (berat molekul 256). ALB yang tinggi menimbulkan kerugian dalam Rafinasi dan korosi logamprooxidant seperti Besi dan Tembaga
  • Kadar Air adalah bahan menguap yang terdapat dalam minyak sawit
  • Kadar kotoran, adalah bahan² yang tak larut dalam minyak, yang dapat disaring setelah minyak dilarutkan dalam suatu pelarut pada kepekatan 10 %
  • Iodine Value (IV), adalah jumlah ikatan rangkap dua pada lemak, yang menunjukan derajad ketidak jenuhan suatu lemak. Harga IV yang tinggi menunjukan ketidak kenuhan yang tinggi. Ini dapat juga digunakan sebagai indikator wujud lemak. IV tinggi menunjukan lemak yang umumnyak cair, dan sebalikmya.
  • Peroxide Value dan Anisidine Value masing² mengukur oksidasi tahap pertama dan kedua (Harga PV adalah jumlah indeks lemak yang telah teroksidasi)
  • Totox Value adalah ukuran tingkat Oksidasi yang dirumuskan sebagai 2 PV + AV
  • Carotene, adalah pro-vitamin A yang memberi warna jingga pada minyak sawit. Pada ravinasi zat warna ini dihilangkan
  • Besi dan Tembaga adalah pro-oksidan yang paling aktif adalah Tembag, maka minyak sawit sedapat mungkin dicegah ber-singgungan dengan tembaga (krangan, pipa² dll)
  • Bleachability, adalah ukuran kemampuan minyak sawit di pucatkan warnanya. Minyak yang rendah tingkat oksidasinya lebih mudah di pucatkan.

Read more...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Back to TOP